Totok Heriyono

Hobi yang Meneguhkan Semangat Wirausaha

Sehelai kemeja batik khas Sampoerna tergantung pada dinding gerai milik Totok Heriyono (35) di arena Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Expo 2010 di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (23/7).

Pada kemeja itu juga terdapat selembar kertas bertuliskan “Kugantung bajuku untuk mencapai wirausahawan sejati”. Itulah semangat hidup yang saat ini tengah disemai oleh Totok bersama keluarganya.

Totok sebenarnya bisa saja tak perlu bersusah payah menjadi seorang wirausahawan. Sebab sejak tahun 1995 hingga 2008, ia sudah menjadi karyawan di PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) dan berhasil mencapai posisi sebagai kepala bagian.

“Tahun 1995 saya jadi tenaga kebersihan di Sampoerna. Waktu saya bersih-bersih di salah satu meja pimpinan, saya bertanya pada pemilik meja itu, bagaimana kelak saya dapat duduk di meja seperti ini? Pimpinan saya waktu itu agak terkejut karena saya yang masih baru bekerja berani bertanya seperti itu. Saya tidak putus asa sampai saya tanya tiga kali, pimpinan itu baru menjawab, saya harus punya gelar sarjana. Saya lalu mengambil kuliah sambil bekerja. Alhamdullilah setelah wisuda saya menjadi kepala bagian,” kenangnya.

Ia memutuskan melepas status karyawannya karena ia ingin menatap masa depan. “Saya ingin mengubah citra di mana saya dulu punya gaji tetap, sekarang saya ubah menjadi saya tetap berpenghasilan. Selain itu saya ingin menciptakan lapang kerja bagi yang lain,” ujarnya.

Sebab itulah, berangkat dari kegemarannya menyantap makanan Steak, ia berpikir membuat bumbu kemasan yang praktis dalam rupa saus. Ia juga membuat minuman teh apel celup dan jahe celup yang mudah disajikan.

Istrinya yang punya kegemaran di bidang konveksi juga dibantu untuk membuka usaha di bidang tersebut. Tenaga kerja untuk bordir misalnya, 7 (tujuh) orang  berasal dari hasil pelatihan bordir di PPK Sampoerna.

Totok Heriyono awalnya mengikuti pelatihan pre–retirement bagi karyawan Sampoerna pada bulan Juni 2008 di PPK Sampoerna selama 5 hari.Pasca pelatihan totok aktif melakukan konsultasi usaha di PPK Sampoerna. ”konsultasinya gratis” ujar Totok.

Secara garis besar peran PPK Sampoerna bagi totok yaitu menambah wawasan (studi banding), membangun mental usaha, penggalian inovasi, memberikan pendampingan, dan menambah jaringan pemasaran melalui pameran atau expo. “Bahkan saya sekarang diminta PPK Sampoerna menyampaikan testimoni pengalaman berwirausaha bagi para wirausahawan baru.” ujar Totok memberikan penjelasan.

“Di PPK Sampoerna, mental saya dibentuk dulu. Kalau hanya menerima gaji tetap, setiap bulan, ya, hanya segitu-segitu saja, tapi kalau tetap berpenghasilan jumlahnya bisa tak terhingga.” tambah Totok. 

Omzet sekarang sudah meningkatkan kesejahteraan saya. Dulu rumah masih kontrak sekarang sudah bisa beli di perumahan yang bagus. Pendidikan untuk anak-anak juga bagus,” akunya.

Di PPK Sampoerna ia dilatih cara mengemas yang bagus dan higienis meski semuanya dilakukan secara manual. Mulai dari memasukkan saus bumbu ke dalam botol, melabelinya, dan mengepaknya di dalam karton. Ia juga sempat diajak studi banding tentang teknologi pengemasan di Malaysia dan Singapura.

Totok mengatakan bahwa tak ada spesialisasi atas kegiatan produksinya. Semua usahanya berangkat dari hobi. “Semua hobi saya turunkan menjadi peluang usaha, baik bagi keluarga saya sendiri maupun untuk orang lain,” katanya.

Sebagai gambaran, saat ini Totok mempunyai 4 orang tenaga kerja dan setiap bulan Totok memproduksi saus tumis dan saus bumbu panggang merek Cheff sebanyak 20 karton, per karton berisi 48 botol. Bumbu-bumbu kemasan itu sekarang masih ia batasi pemasarannya untuk Kota Malang saja.

Ke depan ia malah berencana membuka bisnis waralaba steak di malang dan pandaan. Makanan ala Barat ini akan ia padukan dengan saus bumbu panggang steak yang sudah ia buat saat ini, sehingga saus bumbu kemasan tersebut punya nilai tambah.

Saus tumis maupun saus bumbu panggang buatan Totok cukup mudah digunakan. Kalau kita menumis kangkung, menggoreng nasi, atau memanggang daging, cukup menyiramkan bumbu itu ke atasnya tanpa menambah garam atau penyedap rasa. Sedap sekali.

Sesedap hasil wirausaha dan perjuangannya yang mulai ia nikmati saat ini. (TYS)

(sumber : Kompas 31 Agustus 2010)

Lihat Cerita Sukses :