Karyani

Minuman Herbal Instan Jadi Andalan Pasuruan

Kreativitas penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memang perlu diperhitungkan. Tak sedikit wirausaha Indonesia yang mampu menghasilkan produk inovatif dan berkualitas. Menariknya, produk yang dihasilkan tersebut ada yang berasal dari bahan-bahan sederhana.

Tengok sepak terjang Karyani (44) dari Desa Kesiman, Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Bermodal Rp 50.000, perempuan kelahiran 16 November 1967 ini mampu membangun usaha minuman herbal instan. Usaha Karyani mengembangkan bisnis minuman herbal instan bermula pada tahun 2000.

Awalnya, Karyani secara tidak sengaja menyadari banyaknya hasil bumi di daerahnya yang terbuang sia-sia karena dipandang bernilai rendah. Di antaranya, temulawak, kunyit, jahe dan sebagainya. Karyani pun memutuskan untuk mengolah hasil bumi tersebut menjadi minuman herbal instan. Dengan modal awal yang minim, Karyani membeli 10 kilogram gula pasir dan temulawak dari petani setempat kemudian mencoba mengolah minuman herbal.


Perjalanan panjang
"Saya membutuhkan waktu yang tidak sebentar sampai membuahkan hasil yang bisa diterima oleh pasar," tutur Karyani.

Mula-mula, Karyani memasarkan temulawak instan kepada tetangga sekitarnya. Proses pembuatannya masih manual dan dikerjakan sendiri. Minuman herbal instan ini dikemas sederhana dengan ukuran 250 gram dengan harga Rp 4 ribu.

Setiap harinya Karyani dapat memproduksi sekitar satu kilogram minuman temulawak. Seiring berjalannya waktu, usaha Karyani pun bertambah besar. Walaupun begitu, Karyani tidak ingin berpuas diri. Berbagai inovasi terus dilakukan dengan berbagai produk minuman herbal instan baru, seperti kunyit asam, kunci sirih, mahkota dewa, dan lain-lain.

Karyani juga mengikuti berbagai pelatihan hingga ke Nganjung dan Malang dari dinas pertanian daerah setempat agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan aman. Karyani berharap dapat terus memperluas usahanya. Sayangnya, masalah pemasaran masih menjadi kendala.

Untungnya, pada tahun 2005, Karyani bergabung dengan Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna. Karyani mendapatkan ilmu baru berupa pelatihan-pelatihan terpadu seperti pelatihan strategi pemasaran, desain kemasan, hingga perencanaan keuangan Selain itu, untuk menyosialisasikan dan mempromosikan produk-produknya, Karyani mengikuti PPK Sampoerna Expo 2011 yang bertajuk Wirausaha Tanpa Batas pada 22-24 Juli 2011 di Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. PPK Sampoerna Expo juga merupakan forum bagi pelaku usaha untuk bertemu dengan pedagang atau investor yang mencari peluang lebih besar lagi dalam menumbuhkan usahanya.

Karyani mengaplikasikan ilmu baru dari PPK Sampoerna untuk mengembangkan usaha minuman herbal instan yang dia beri nama Kesiman Jaya, terinspirasi dari tempat tinggalnya, Desa Kesiman. Dengan nama Kesiman Jaya, Karyani berharap dapat mengangkat desanya menjadi lebih sejahtera.

Setelah bergabung dengan PPK Sampoerna, bisnis Karyani berkembang pesat. Total ada sebelas produk minuman herbal instan diproduksi hingga kini. Perubahan terbesar muncul dari segi kemasan menjadi botol plastik dengan desain label menarik berukuran 250 gram. Setelah kemasan dan label diganti, produk Kesiman Jaya dijual Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu per botol.

Tadinya Karyani hanya memasarkan produknya di daerah Pasuruan dan sekitarnya. Sekarang Kesiman Jaya sudah merambah Bali, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dengan distributor tetap di setiap daerah tersebut.

Dengan usaha yang semakin berkembang, Karyani pun menggaet enam orang tetangganya untuk membantu usahanya. Kini, Kesiman Jaya mampu menghasilkan lebih dari 200 botol minuman herbal instan per hari dengan alat-alat yang lebih modern. Daerah yang paling besar menyerap produk Kesiman Jaya adalah Bali. Setiap bulannya, Bali mampu menyerap 600 hingga 700 botol produk Kesiman Jaya.

"Sebagai bagian dari desa Kesiman, saya mengerti kesulitan para petani di daerah ini. Sebagai pengepul hasil bumi, saya berupaya memberikan harga yang menguntungkan kedua belah pihak," kata Karyani.

Karyani bertekad untuk terus memperluas daerah pemasaran serta menciptakan produk inovatif lainnya. Harapannya saat ini, produk Kesiman Jaya dapat merambah ke luar negeri dan dapat mengangkat perekonomian di daerah sekitarnya.

Kerja keras Karyani berbuah manis. Dia mampu mengangkat perekonomian keluarga dan desa. Karyani pun baru saja mendapatkan penghargaan pertama berupa UKM Award untuk kategori Micro Enterprise yaitu Social Impact and Environment Care bagi pelaku UKM Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam UKM Center. [*/MIL]

(diambil dari Kompas, 4 Agustus 2011)

Lihat Cerita Sukses :